Lompat ke konten
Beranda » Matcha Vs Kopi: Kenali Efek Kafein dan L-Theanine untuk Fokus Tanpa Jitters

Matcha Vs Kopi: Kenali Efek Kafein dan L-Theanine untuk Fokus Tanpa Jitters

Secangkir matcha dan kopi hangat

Matcha Vs Kopi: Kenali Efek Kafein dan L-Theanine untuk Fokus Tanpa Jitters

Dalam dunia minuman berkafein, perbandingan Matcha vs Kopi kerap jadi topik menarik. Keduanya sama-sama memberi dorongan energi, tapi dengan karakter yang benar-benar berbeda.

Kopi dikenal dengan lonjakan semangat cepat yang terasa seketika, menimbulkan efek jitters (gelisah/deg-degan) atau crash energi (penurunan energi yang tiba-tiba) yang mengganggu fokus. Sedangkan matcha sering dianggap menjadi alternatif yang lebih baik? Tapi benarkah demikian?

Untuk menjawabnya, mari mengenal lebih dalam perbedaan keduanya dan temukan mana yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan energimu setiap hari.

Peran Kafein dalam Kopi dan Matcha

Bubuk matcha dan bubuk kopi

Kafein adalah stimulan sistem saraf pusat. Di dalam tubuh, kafein memblokir adenosin, neurotransmitter yang membuat kamu merasa lelah.[1] Karenanya konsumsi kafein bisa meningkatkan fokus dan membuat tubuh berenergi.

Matcha mengandung kafein sama seperti kopi, tetapi cara tubuh merespon kafein dari dua minuman ini sangat berbeda karena perbedaan konsentrasi dan senyawa pendamping di masing-masing minuman.

Jumlah Kafein Matcha vs Kopi

Apakah kafein dalam matcha lebih tinggi dari kopi? Tidak, salam satu cangkir standar berukuran 240 mL, kandungannya adalah:

  • Matcha: 38–89 mg kafein[2]
  • Kopi: 100–120 mg kafein[3]

Kecepatan Serapan Kafein Teh Matcha vs Kopi

Kopi memberi efek cepat karena kafeinnya diserap ke aliran darah dengan sangat cepat, biasanya dalam 45 menit setelah diminum. Begitu masuk ke darah, kafein langsung mencapai otak dan sistem saraf pusat, sehingga kamu merasakan lonjakan energi, kewaspadaan, dan fokus dalam waktu singkat.[1]

Sebaliknya, pada matcha, kafein dilepaskan lebih lambat, sekitar 3–6 jam, berkat kandungan seperti L-Theanine. Hal ini membuat efeknya lebih stabil dan halus, memberikan energi dan fokus tanpa jitters atau gelisah.

Efek Samping Kopi

Karena penyerapan kafein yang cepat di kopi,  ada beberapa efek samping yang muncul, terutama saat konsumsinya di saat perut kosong:

  • Jitters dan Kecemasan: Disebabkan oleh lonjakan kafein yang terlalu cepat merangsang sistem saraf.
  • Asam Lambung (Heartburn): Kopi bersifat asam, yang dapat mengiritasi lapisan perut pada individu yang sensitif.

Senyawa Kunci Matcha: L-Theanine

Orang mengambil bubuk matcha

Salah satu alasan mengapa matcha terasa berbeda dari kopi ada pada kandungan L-Theanine, asam amino unik yang hanya ditemukan dalam daun teh, terutama matcha.

Senyawa ini berasal dari proses penaungan tanaman teh beberapa minggu sebelum panen. Saat daun teh terlindung dari sinar matahari langsung, tanaman meningkatkan produksi klorofil dan L-Theanine untuk beradaptasi. Hasilnya, warna matcha menjadi lebih hijau cerah dan rasanya lebih lembut dengan aroma khas umami.

Semakin baik kualitas matcha, semakin kaya pula kandungan L-Theanine di dalamnya.

Zat ini bekerja langsung pada otak dengan meningkatkan gelombang alfa, yang berperan penting dalam menciptakan kondisi tenang namun tetap fokus. Karena itu, energi dari matcha terasa lebih stabil dan menenangkan, bukan seperti lonjakan cepat dari kopi yang sering diikuti rasa cemas atau gelisah.[4]

Jadi apakah matcha lebih sehat dari kopi? Belum tentu, tapi untuk kamu yang mengalami efek jitters dari kopi, matcha bisa menjadi alternatif.

Manfaat L-Theanine

Saat kamu konsumsi, L-Theanine akan masuk ke otak dan mulai bekerja sekitar 30–40 menit setelah diminum. Beberapa manfaatnya:[5]

  • Relaksasi: L-Theanine akan merangsang gelombang alfa di otak, yang biasanya muncul saat kita merasa rileks, meditasi, atau tidur ringan.
  • Peningkatan Fokus: Kombinasi kafein dan l-theanine dalam matcha dengan akan meningkatkan kewaspadaan.
  • Mood Lebih Baik: L-Theanine meningkatkan produksi neurotransmitter seperti dopamine dan serotonin, yaitu zat kimia otak yang berperan dalam mood, fokus, dan perasaan senang.

Tips Memilih dan Mengonsumsi Matcha vs Kopi

Wanita sedang membuat matcha

1. Rekomendasi Grade Matcha untuk Energi Pagi

Pilih ceremonial grade matcha, rasanya lebih umami, manis alami, dan minim rasa pahit. Kadar L-Theanine juga lebih tinggi sehingga baik untuk fokus.

2. Waktu Terbaik Minum Kopi dan Matcha

  • Kopi: Setelah jam 9 pagi (sekitar 1-3 jam setelah bangun tidur) untuk memaksimalkan efek kafein setelah kadar kortisol alami menurun.
  • Matcha: Dapat kamu konsumsi setelah bangun tidur atau di siang hari untuk mengembalikan fokus.

3. Cara Membuat Matcha Latte Anti Gagal untuk Fokus Harian:

  • Saring 1-2 sendok teh (sekitar 2-4 gr) bubuk matcha ke dalam mangkuk kecil untuk menghindari gumpalan.
  • Tambahkan air hangat 60 ml air panas 70-80 C.
  • Kocok dengan chasen atau frother.
  • Tambahkan susu hangat atau dingin (opsional).

Mau Kopi atau Matcha, Kalau di-Mix dengan PLANTIQ Cashew Milk Jadi Lebih Enak

Wanita sedang mengambil PLANTIQ Cashew Milk (Susu Mede).

Baik kamu tim kopi atau tim matcha, keduanya akan terasa lebih nikmat dan seimbang saat kamu padukan dengan PLANTIQ Susu Plant-Based Paling Creamy.

PLANTIQ merupakan susu Plant-Based Paling Creamy yang dibuat dari 100% kacang mede lokal – Bangga Indonesia. Dengan tekstur creamy, rasa yang delicious, dan formula yang lactose free, dairy free, serta vegan-friendly, PLANTIQ menjadi pilihan plant-based milk terbaik untuk generasi muda, khususnya Gen Z.

Dan jika kamu yang termasuk dalam 66% orang Indonesia yang intoleran laktosa, PLANTIQ adalah susu bebas laktosa, anti mules, anti kembung, anti jerawat, dan bebas dairy. PLANTIQ juga kaya nutrisi: vitamin A, C, E, B6, dan B12, plus zinc, kalsium, serta fosfor. Cocok untuk segala suasana, mulai dari susu sarapan pagi, hingga susu campuran matcha serta PLANTIQ adalah susu serba bisa yang aman karena non kolesterol, non asam urat, dan kaya manfaat sebagai functional superfood. Jadi apapun susunya, susu kacang mede PLANTIQ

PLANTIQ tersedia di seluruh convenience store dan supermarket terdekat rumah anda seperti FamilyMart, M Mart, Circle K, OH!SOME, Hero, Foodhall, Grand Lucky, Market City, Pepito, dan coco mart, serta e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop.

Promo PLANTIQ Cashew Milk (Susu Mede) hingga 50% dan ajakan cobain sekarang

Buat yang suka belanja online,PLANTIQ Cashew Milk Lagi Promo Diskon Up to 50%

Jangan lupa follow Sosial Media PLANTIQ untuk tips dan promo menarik Lainnya

Jadi, mau pilih kopi vs matcha, pastikan kamu menikmatinya dengan PLANTIQ susu plant based paling creamy yang cocok untuk matcha atau coffee latte-mu.

Referensi Ilmiah

[1] Institute of Medicine (US) Committee on Military Nutrition Research. Caffeine for the sustainment of mental task performance: Formulations for military operations (Chapter 2: Pharmacology of caffeine) [Bookshelf edition]. National Academies Press (US). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK223808/

[2] Frank, C. (25 Nov 2024). Matcha: A look at possible health benefits. Harvard Health Publishing. Retrieved from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/matcha-a-look-at-possible-health-benefits

[3] Wierzejska, Regina & Gielecińska, Iwona. (2024). Evaluation of the Caffeine Content in Servings of Popular Coffees in Terms of Its Safe Intake—Can We Drink 3–5 Cups of Coffee per Day, as Experts Advise?. https://www.mdpi.com/2072-6643/16/15/2385#:~:text=Some%20consider%20a%20standard%20cup%20of%20coffee%20to%20be%20approximately%20240%20mL%20and%20to%20contain%20100%E2%80%93135%20mg%20of%20caffeine

[4] Dashwood, R., & Visioli, F. (2025). l-Theanine: From tea leaf to trending supplement – does the science match the hype for brain health and relaxation? Nutrition Research, 134, 39–48. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0271531724001684

[5] Evans, M., McDonald, A. C., Xiong, L., Crowley, D. C., & Guthrie, N. (2021). A randomized, triple-blind, placebo-controlled, crossover study to investigate the efficacy of a single dose of AlphaWave® L-Theanine on stress in a healthy adult population. Neurology and Therapy, 10(2), 1061–1078. https://doi.org/10.1007/s40120-021-00284-x

Tag:

1 tanggapan pada “Matcha Vs Kopi: Kenali Efek Kafein dan L-Theanine untuk Fokus Tanpa Jitters”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *